Laporan Pengamatan Hilal Ramadhan 1434 Hijriah

LAPORAN HASIL PENGAMATAN HILAL RAMADHAN 1434 H
HIMPUNAN ASTRONOMI AMATIR JAKARTA
PANTAI ANYER, BANTEN – 08 JULI 2013

Hasil foto medan pandang teleskop terhadap arah hilal yang seharusnya berada. Kredit : Rayhan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, bersama Tim dari Planetarium dan Observatorium Jakarta, melakukan kegiatan pengamatan hilal (Rukyatul Hilal) pada tanggal 08 juli 2013 di pantai Anyer, Banten. Berbekal data hasil perhitungan dari Ephemeris terbitan Depag RI tahun 2013 dan perangkat lunak simulasi astronomi Starry Night Pro Plus versi 6.4.3, HAAJ melakukan pengamatan hilal dengan bantuan teleskop Refraktor Vixen ED 115S yang dipasang di atas Vixen Atlux Equatorial Mount dengan sistem penggerak otomatis Vixen Star Book Hand Controller.

Peralatan yang digunakan selama
pengamatan hilal berlangsung. Kredit : Rayhan
Berdasarkan hasil perhitungan yang kami dapatkan, pada saat matahari terbenam pada pukul 17.55 WIB di daerah Anyer, Banten, hilal berada pada ketinggian 0,58o, sehingga hanya tersedia waktu 3 menit 12 detik saja untuk “berpacu” melihat hilal. Sementara itu, jarak busur bulan terhadap matahari sebesar 4,57 o dengan beda azimuth sebesar 4,54o. Pada saat itu, umur bulan baru 3 jam, 39 menit, 15 detik karena konjungsi baru terjadi pada pukul 14.15 siang harinya, sehingga fraksi illuminasi hilal hanya sebesar 0,18 %. 

Dengan semua data perhitungan tersebut, secara ilmiah hilal mustahil terlihat. Hal ini berdasarkan setidaknya pada empat pertimbangan. Pertama, tinggi hilal sangat rendah sehingga ketebalan atmosfer pada arah kaki langit sangat menyulitkan. Kedua, tinggi hilal menyebabkan jendela waktu yang sangat sempit untuk dapat berpacu melihat hilal. Ketiga, jarak busur dan beda azimuth terhadap matahari terlalu dekat sehingga membuat pendaran cahaya senja “menenggelamkan” redupnya cahaya hilal. Terakhir, usia bulan yang sangat muda menyebabkan nilai fraksi illuminasi yang sangat kecil sehingga menambah parah faktor yang ketiga.

Meskipun seperti itu, kegiatan pengamatan hilal tetap kami laksanakan. Bukan untuk menghambur-hamburkan anggaran, namun untuk membuktikan bahwa hilal memang tidak dapat terlihat. Semua peralatan dan perlengkapan telah terpasang baik sejak pukul 17.00 WIB. Sejak saat itu teleskop secara otomatis mengikuti gerak matahari dan dengan sangat baik menjaga citra matahari tetap berada dalam medan pandang teleskop. Pada pukul 17.30 WIB, teleskop kami gerakkan secara otomatis ke arah hilal seharusnya berada. Teleskop terus mengikuti arah gerak hilal hingga matahari terbenam pukul 17.55 WIB. Pada saat itu, secara bersamaan kami langsung mengambil gambar arah medan pandang hilal menggunakan kamera yang disambung ke teleskop serta mengambil gambar keterangan yang tertera pada remote control teleskop bahwa hilal seharusnya ada di sana. Hasilnya adalah seperti ini:

Keterangan data posisi teleskop pada layar remote control yang mengarah tepat ke bulan. Kredit : Rayhan
Foto kondisi langit pengamatan arah barat pada pukul 17.55 WIB. Foto menggunakan kamera dengan panjang fokus 75mm.
Kesimpulan dari hasil pengamatan hilal kali ini adalah bahwa Hilal Tidak Terlihat.

Seluruh hasil pengamatan Tim HAAJ dan Planetarium telah dilaporkan bersamaan dengan Tim BMKG dan Kominfo yang kebetulan melakukan pengamatan hilal di situs pengamatan yang sama.

Tim HAAJ dan Planetarium Jakarta akan tetap melakukan pengamatan dan pemotretan pada tanggal 09 Juli 2013 sebagai justifikasi hilal 1 Ramadhan 1434 H.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta

Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Pertemuan Rutin HAAJ ke-15 : Alam Semesta dalam Islam, 13 Juli 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)

edisi ke-limabelas di tahun 2013
Universe
Al-Qur’an merupakan sumber segala ilmu. Al-Qur’an menyebutkan tentang kejadian alam semesta dan berbagai proses kealaman lainnya, tentang penciptaan manusia, termasuk manusia yang didorong hasrat ingin tahunya dan dipacu akalnya untuk menyelidiki segala apa yang ada disekitarnya seperti keingintahuan tentang rahasia alam semesta.

Alam semesta merupakan sebuah bukti kebesaran Tuhan, karena penciptaan alan semesta dari ketiadaan memerlukan adanya Sang Pencipta Yang Maha Kuasa. Tuhan telah menciptakan alam semesta ini dengan segala isinya untuk manusia dan telah  menyatakan tentang penciptaan alam semesta dalam ayat-ayat Nya. Meskipun demikian al-Qur’an bukan buku kosmlogi atau biologi, sebab ia hanya menyatakan bagian-bagian yang sangat penting saja dari ilmu-ilmu yang dimaksud.

Keinginantahuan manusia tentang alam semesta tidak hanya membaca al-Qur’an saja, akan tetapi juga  melakukan perintah Tuhan. Sehingga ia dapat  menemukan kebenaran yang dapat dipergunakan dalam pemahaman serta penafsiran al-Qur’an, berdasarkan surat Yunus ayat101. Oleh karena itu tidak dapat diragukan lagi bahwa penciptaan alam semesta bukanlah produk dari hasil pemikiran manusia, akan tetapi produk dari hasil Allah Swt.

Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Alam Semesta dalam Islam
  •     Judul Materi : Alam Semesta dalam Islam
  •     Narasumber : Dr. rer. nat. M. Ikbal Arifyanto
  •     Waktu : Sabtu, 13 Juli 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
  •     Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
  •     Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
  • Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
  • Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
  • Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Part 2 | Cerita Perjalanan Star Party 2, Pulau Pari 7-9 Juni 2013

Sesi Foto terakhir sebelum kembali kerumah masing-masing. Kredit : Reza

  • Cerita Perjalanan dari Aidell Fitri
Aidell Fitri (Kanan)
Memburu Jejak Bintang di Pulau Pari

Yuhuu, setelah lolos tahap seleksi workplan, akhirnya saya bisa ikut kegiatan star party bersama Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) di Pulau Pari. Kamis siang tanggal 6 Juni (hari yang ditunggu-tunggu), semua perlengkapan perjalanan seperti logistik, baju, notebook, peta bintang dan kamera, sudah tersusun rapi dalam backpack dan siap dibawa berpetualang. Setelah magrib, petualangan dari Bogor menuju markas HAAJ di planetarium Jakarta dimulai. Malam itu langit Jakarta lumayan cerah, jadi setelah sampai di planetarium, saya dan beberapa peserta lain ditemani pengurus HAAJ mencuri start memotret rasi bintang yang terlihat dari atas “loteng planetarium”. Malam itu kami terjaga sampai pukul 2 pagi karena masih harus menyelesaikan bola-bola “planet” yang akan digunakan untuk workshop.

Pukul 4 pagi kami bangun, dan masih dalam kondisi ngantuk semua kru Star Party bersiap-siap untuk pergi ke Muara angke. Personil bertambah dengan kehadiran keluarga Husayn– peserta yang workplannya lolos seleksi. Rombongan sempat terpisah menjadi 2 grup ketika naik busway, tetapi akhirnya semua sampai di lokasi keberangkatan dengan selamat. Di muara angke peserta lain yang berangkat dari rumah sudah menunggu. Ada keluarga Ceca + Bibby dan keluarga Atala. Walaupun usia mereka masih muda (antara 5-8 tahun), tetapi semangat mereka untuk mengikuti kegiatan Star Party sangat besar.

Belajar Astrofotografi. Kredit : Aidell
Untuk sampai di Pulau Pari, kami naik kapal selama 1,5 jam dengan harga tiket yang relatif murah ala backpacker – hanya Rp 30.000. Perjalanan dengan kapal ini sangat menyenangkan. Bau busuk muara angke mulai tidak tercium, air laut yang cokelat berubah jadi kebiruan, dan gedung-gedung tinggi kota Jakarta perlahan menghilang. Dalam perjalanan semua memiliki kegiatan yang bisa mengusir kebosanan. Anak-anak antusias mendengarkan cerita Rayhan, peserta yang lebih dewasa asik berkenalan satu sama lain sambil menikmati keindahan laut. Tapi semuanya pasti tidak sabar menjejakkan kaki di pulau Pari

Sesampainya di Darmaga Pulau Pari kami menurunkan barang lalu mengangkutnya dengan gerobak menuju homestay. Homestay yang kami tempati tidak jauh dari darmaga dan lapangan yang menjadi tempat berburu bintang nanti. Setelah beres-beres, Mbak Raken (Bundanya Ceca dan Bibby) mengeluarkan 1 dus popmie untuk dinikmati bersama. Ini adalah nazarnya Bibby. Kalau Bibby kepilih ikut star party, Bibby mau bawa popmie satu dus, soalnya harga popmie di tempat wisata mahal-mahal. Ah Bibby, you’re so innocent and cute!!

Setelah istirahat dan shalat Jum’at, pukul 2 siang semua peserta dan pengurus HAAJ mengunjungi SD + SMP Negeri Satu Atap 01 Pulau Pari. Di sekolah ini kami mengadakan workshop mengenai astronomi. Kegiatan dimulai dengan pemberian materi oleh “Pendongeng Langit” handal HAAJ, lalu diteruskan dengan membuat model tata surya dengan bola-bola yang sudah disiapkan sebelumnya. Semua peserta sangat antusias, mereka mencocokkan warna planet yang telah “didongengkan” sebelumnya dengan lilin yang mereka gunakan untuk menyelimuti bola-bola. Salah satu peserta yang menghias planet bumi bahkan membuat pulau-pulau yang ada di Indonesia pada bola miliknya. 

Workshop Pembuatan Miniatur Planet bersama SD Satu Atap Pulau Pari. Kredit : Aidell

Pengamatan Matahari bersama setelah Workshop Miniatur Planet. Kredit : Aidell
Kegiatan dilanjutkan dengan pengamatan matahari dan pengamatan benda langit pada malam harinya. Pukul 20.00, anak SD Satu Atap 01 berkumpul di pekarangan sekolah. Pengurus HAAJ sibuk mempersiapkan dua teleskop yang akan digunakan untuk pengamatan. Waktu itu sudah mulai banyak bintang yang terlihat, namun terkadang masih ada saja awan nakal yang menutupi mereka. Kegiatan bersama di SD selesai pukul 22.00, setelah itu kami pulang dan beristirahat untuk persiapan pengamatan malam selanjutnya.

Pukul 01.00, semua bangun dan berangkat ke lapangan di belakang homestay. Di lapangan itu langit bisa terlihat lebih jelas dan luaaaas karena tidak ada gedung yang menghalangi bidang pandang. Alas duduk mulai kami gelar, tenda mulai didirikan, peralatan mulai dikeluarkan, dan YES langitnya lebih cerah dari sebelumnya. Bahkan milkyway bisa terlihat dengan jelas. Saking banyaknya bintang di langit waktu itu, sampai bingung mau motret yang mana dulu, haha. Tapi duduk bersama di bawah jutaan bintang seperti itu sangat sangat menambah kekayaan spiritual. Seperti berkontemplasi dengan alam, lalu sadar bahwa kita hanya setitik debu tidak berarti di jagat raya ini (mengkopi kata-kata azis, hehe). Yah begitulah kira-kira.

Kegiatan hari kedua adalah jalan-jalan di pantai pada pagi hari (sambil berburu foto sunrise), pengamatan matahari di waktu siang, mengolah foto di sore hari dan kegiatan suka-suka di waktu senggang :P. Pengamatan matahari dilakukan di depan homestay dengan teleskop Vixen. Ada beberapa instrumen teleskop yang membedakan pengamatan matahari dengan pengamatan benda langit di waktu malam. Ketika mengamati matahari, kita membutuhkan filter karena sinar UV matahari tidak boleh langsung mengenai mata. Selain itu, kita tidak membutuhkan finder (teleskop dengan perbesaran kecil) yang biasa digunakan untuk mengamati bintang pada malam hari.

Hasil belajar Astrofotografi. Galaksi Bimasakti

Hasil Astrofotografi Matahari
Setelah puas menjemur diri bersama teleskop di bawah matahari yang panasnya minta ampun, kami bersantai. Pak Wid dan beberapa teman yang lain pergi memancing, ada yang pergi berjalan-jalan ke pantai LIPI, dan sisanya tinggal di homestay. Sore hari, kami berencana melihat sunset di pantai, sekalian pengamatan planet. Perlengkapan pengamatan dimasukkan ke dalam gerobak lalu diangkut ke pantai. Tapi ternyata awan tebal menutupi matahari. Langit mendung!!! Dan pada akhirnya kami hanya mengobrol sambil mengerjai Bibby yang phobia kepiting. Lucu sekali melihat ekspresi anak-anak yang polos dan natural.  

Mendung terus berlanjut sampai malam. Sambil menunggu dan berharap langit menjadi cerah, kami berkumpul di homestay. Atala bermain biola yang dia bawa dari Jakarta, lagu Twinkle Twinkle Little Star. Senang rasanya bisa bertemu dengan anak-anak berbakat seperti Atala cs. Setelah puas main-main kami belajar teknik pengolahan citra astrofotografi. Reyhan mengajarkan teknik stacking/menumpuk foto, mengedit foto dengan adobe Photoshop, dan sedikit teknik pembuatan time-lapse. Setelah diskusi selesai, langit masih mendung, bahkan sempat gerimis. Akhirnya pengamatan malam kedua gagal dilakukan. 

Hari terakhir di Pulau Pari terasa berat karena harus kembali ke rutinitas masing-masing. Setelah dzuhur kami pulang dengan kapal. Ada banyak pelajaran dan pengalaman yang didapat dari kegiatan ini. Melakukan perjalanan ke tempat asing, berkenalan dengan kawan baru, bertukar pikiran dll. Hal tersebut bisa menambah kapasitas keilmuan dan pengalaman kita, sehingga kita bisa menjadi manusia yang benar-benar “manusia”. Terimakasih untuk kawan-kawan HAAJ, Rizka, Faiqoh, Ihsan, dan 5 fabulous boys- Atala, Bibby, Ceca, Husayn, Ali- ples ayah bundanya. Aaaaaah You Made My Day!!! I hope we can meet again in Bosscha.

Aidell

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024


Pertemuan Rutin HAAJ ke-14 : Hisab Rukyat, 22 Juni 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)

edisi ke-empatbelas di tahun 2013

Hilal. Kredit : HAAJ
 Diskusi soal penentuan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah seringkali terfokus pada pemaknaan rukyat dan pengambilan dalil dari banyak hadits. Minim sekali pengambilan dalil dari Al-Quran dalam hal operasionalisasi penentuan awal bulan tersebut, karena memang Al-Quran tidak secara eksplisit mengungkapkan tata caranya seperti dalam hadits. Ya, kalau sekadar menggunakan ilmu tafsir yang selama ini digunakan oleh para ulama, kita sulit menemukan isyarat operasionalisasi penentuan awal bulan qamariyah di dalam Al-Quran.Tetapi, marilah kita gunakan alat bantu astronomi untuk memahami ayat-ayat Allah di dalam Al-Quran dan di alam. Kita akan mendapatkan isyarat yang jelas dan lengkap tata cara penentuan awal bulan itu di dalam Al-Quran. Memang bukan pada satu rangkaian ayat, tetapi dalam kaidah memahami Al-Quran, satu ayat Al-Quran bisa dijelaskan dengan ayat-ayat lainnya.

Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Astrofotografi :
  •     Judul Materi : Hisab Rukyat
  •     Narasumber : Prof. Dr. Thomas Jamaludin
  •     Waktu : Sabtu, 22 Juni 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
  •     Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
  •     Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
  • Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
  • Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
  • Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Pertemuan Rutin HAAJ ke-13 : Wahana Antariksa, 15 Juni 2013

Pertemuan Rutin Dwimingguan
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)

edisi ke-tigabelas di tahun 2013
International Space Station
Wahana antariksa sangat beraneka ragam tergantung pada jenis dan kelas serta misi yang disandang oleh wahana antariksa tersebut. Dengan tidak adanya atmosfer, maka bentuk geometrik wahana antariksa bisa sembarang. Demikian pula dengan adanya kemajuan teknologi wahana antariksa dan konstruksi bangunan wahana antariksa di orbit, maka ukuran wahana antariksa dapat dibuat secara praktis besar sekali. 

 Pada pertemuan kali ini kita belajar mengenai Astrofotografi :
  •     Judul Materi : Wahana Antariksa
  •     Narasumber : Nurdiansah
  •     Waktu : Sabtu, 15 Juni 2013, Mulai pukul 16.00 s.d Selesai
  •     Tempat : Ruang Multimedia lantai 2, Gedung Planetarium dan Observatorium Jakarta.
  •     Alamat: Jln. Cikini Raya no: 73. Taman Ismail Marzuki, Menteng, Jakarta Pusat.

Catatan:
  • Bagi yang berminat, silahkan langsung datang ke lokasi dengan waktu yang telah disebutkan.
  • Peserta diharapkan hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai.
  • Pertemuan Rutin ini terbuka untuk Umum, Gratis, Hanya dibebankan untuk membayar Handout Presentasi.
  • Jika langit memungkinkan, setelah pertemuan akan diadakan peneropongan benda langit dengan menggunakan teleskop astronomi.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Cerita Perjalanan Star Party 2, Pulau Pari 7-9 Juni 2013

Sesi Foto terakhir sebelum kembali kerumah masing-masing. Kredit : Reza
  • Cerita Perjalanan dari Atala - 8 Tahun 
Ingatan Atala di Pulau Pari

Atala. Kredit : Wiwiet

Pada tanggal 7-8-9 Juni 2013, Atala pergi ke pulau pari bersama mama dan kakak-kakak dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ).

Atala ke pelabuhan. Naik perahu ke pulau pari, pemandangannya disana bagus. pas nyampe, Atala langsung ke homestay buat 3 hari. Yang baru datang itu hari ke satu. Ini hari kesatu yang lagi aku omongin. hehehe. Aku abis itu lihat-lihat rumahnya sambil makan popmie goreng. ehehehe.

Makan Siang di Penginapan. Kredit : HAAJ

Malamnya, hari kesatu mengamati milky way, keliatan banget, tapi ga begitu bagus, keliatan kayak awan biasa. Aku ketemu duluan, pas aku baru lihatin aku lihat meteor di titik mataku, kayak diatas kepalaku. Aku lihat, tapi aku ga bilang tadi.trus aku mainin green laser, abis itu belajar tentang rasi bintang sama kak Azis dan Kak Dedy.
Subuhnya, ceca dan aku mau jalan-jalan, aku tanya mama dan ceca nanya mamanya ceca, tanyain kalau boleh jalan-jalan ga? katanya boleh. pas baru mau keluar dari pintu, Ali kepengen ikut. Jadi pergi bertiga deh. trus jalan-jalan ke pantai pas kita keluar dari tempat gapura. Pas balik lagi ke dalam gapura, langsung nyasaaaarrrr....!!!! abis itu bolak balik muter muter terus cari homestay cowok sama cewek. Abis itu pas ketemu homestay cowok, ceca ajakkin kakak-kakaknya, aku tungguin diluar. Pas cecanya balik lagi, katanya kakaknya keliatan capek banget, ya udah, jadi bertiga aja mau ke pantai. Tapi ini cerita pas Alinya keluar dari rumah homestay tapi masih di dalam pagar. Abis itu, kita mau ke homestay cewek, kita lewat jalan yang salah, Ali lewat jalan yang bener. Ali keliatannya kayak mau lari, Ceca lihatnya langsung bilang, "eh, itu (ali) beneran lho mau ke pantai sendiri!" kita kejarin Ali sampe ke homestay cewek. Aku dibelakang banget, cecanya udah mau tangkap Ali, tapi homestay ceweknya udah keliatan. Pas aku baru mau ke cecanya, ceca katanya "Eh, kita bodoh!" soalnya, Alinya ke homestay cewek, jadi kita ga jadi nyasar lagi. Pas udah ke homestay cewek, capek banget, ya udah kita istirahat aja, tiduran. (engga tidur ya). Aku main iPad sampe mamanya agak segeran buat keluar dari kamarnya. Abis itu ajakkin solat subuh. Abis solat, Aku main iPad.

Belajar bersama dengan SD Satu Atap Pulau Pari
30 menit kemudian, udah pagi. Aku taroh iPadnya, abis itu kakak-kakak ajakkin ceca jalan-jalan, abis itu kakak-kakak dan ceca ajakkin aku, aku bilang iya. kita jalan-jalan ke pantai. Itu cuma ingatanku doang.

What I have learned:
1. I learn that if we want to see milky way, it needs to be completely dark
2. I learn that if we want to see planets, asteroid, stars, comet, etc. we need to wake up very early in the morning
3. I learn to tell the difference between star and planet. Planet doesn't flick on and off.

Morning 1 - arrive on the dock
Day 1 - stories on the boat
Dawn 2 - Milky Ways
Morning 2 - complicated problem
Day 2 - going the beach
Night 2 - stay up late
Dawn 3 - the missed observed event
Day 3 - banana boat time
Afternoon 3 - arrived home
SPECIAL - things that i got to do
The one that i wanted to do in the workplan

Fakta star party 2 (Twitter)

@wietski: Atala plg sedih malam terakhir ga jadi pengamatan krn langitnya ga cerah n workplan atala ga komplit #FaktaStarParty2 @haaj84

@wietski: Atala suka kak @fahmiami krn suka bcanda,kak @RayhanCygnus suka jelasin astronomi n kak azis jg krn jelasin rasi bintang @haaj84 #StarParty2

@wietski: Yg plg berkesan buat atala itu playing on the beach sama jalan-jalan sama kakak2 @haaj84 #StarParty2 #Atala8thn

@wietski: atala suka pas gali2 cari mata air sama ceca di pulau pari #starparty2 #Atala8thn @haaj84 @rakenasri

@wietski: yg atala paling suka itu adl tempat2 di pulau pari dan pengamatannya pas langit cerah #StarParty2 #Atala8thn @mellakamal @haaj84 @rakenasri

  • Cerita Perjalanan dari Husayn - 7 Tahun 
Assalamualaikum kakak, ini laporan Star Party Husayn di Pulau Pari

Husayn (tengah).

Ali (Adiknya Husayn)

Aku dari rumahku ke muara angke naik bus TransJakarta, naik angkot ke Pelabuhan lalu aku naik perahu  menuju pulau pari, di perahu aku main-main aku sama kak rayhan melihat pulau-pulau aku melewati pulau yang berpenghuni dan tak berpenghuni aku melewati Pulau Rambut, Pulau Bidadari dan  Pulau lain-lainnya.

Sampai di Pulau Pari kita menuju homestay kami makan siang, lalu kami belajar membuat planet-planet bersama anak SD, kami juga melihat matahari melalui teleskop yang di bawa dari Jakarta, dari teleskop kami bisa melihat ternyata di matahari ada kotoran yang biasa disebut Sunspot.

Aku malam ke satu melihat Milky Way, Milky Way nya jelas sekali aku melihat Vega, Saturn, Scorpio, Sagitarius, bintang segitiga dan lain-lainnya. Husayn mau malam selanjutnya bisa melihat Milky Qay, pas malam ke dua langitnya mendung aku sedih.

Teman-teman dan Kakak-kakak HAAJ pasti sudah tau si Bibby takut sama kepiting, Husayn kasih aja padaha kepitingnya suda mati .

Aku  pagi-pagi nyari kerang, kalau mamah tugasnya daftarin banana boat, untuk Husayn, Ceca, Papah, Atala dan Om ami, enak loh Husayn entar abis lebaran mau kesana, Husayn melihat orang di pulau pari ada yang kena bulu babi.

Siang kami siap-siap pulang ke jakarta, di perahu aku main-main, terus aku mencium
bau sampah, aku mikir kenapa? aku langsung ingat mau sampai jakarta, sampai di jakarta kita foto foto sama kakak-kakak haaj

terimakasih semuanya sudah menemani husayn selama 3 hari pengamatan di pulau pari

Assalammualikum Wr Wb Teman-Teman

  • Cerita Perjalanan dari Bibby
Bibby
Bibby senang sekali di pulau pari karena banyak kepiting dan patrick (bintang laut). Dan Bibby senang ada kakak-kakaknya dan Bibby juga senang ada teman-teman Bibby. Dan teman-temannya Bibby itu namanya Husayn,Atalla dan Ali. Waktu malam,Bibby liat bintang-bintang dan Bibby senang arena bintangnya banyak. Dan ada rasi sagitarius. Trus Bibby belajar peta bintang sama kak Dedy. Siang-siang Bibby main di laut sama ka Indra,ka Ami,ka Ria dan ka Fitri. Bibby senang main di laut dan senang naik kapalnya dan  Bibby senang malamnya main sama kakak-kakaknya.

Terimakasih kakak-kakak

Salam
Rakean Syabil Haikal Ali Wisesa

*tulisan ini diketikin bundanya,tapi isinya murni dari Bibby.

--------------------------------------------------

Sampai bertemu kembali di Star Party berikutnya Tanggal 7-8 September 2013 di Observatorium Bosscha.

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person :
Humas : Indra Firdaus (+6281905542205)
Pin BB : 2A6C8024

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Keduabelas HAAJ di Tahun 2013


Report Pertemuan Rutin
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ)
Planetarium Jakarta, 01 Juni 2013


Suasana Pada Saat Pertemuan Rutin

Seperti biasanya Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) mengadakan pertemuan rutin dwi mingguan.  Pertemuan ini merupakan yang ke-12, dilakukan pada hari sabtu yang lalu tanggal 1Juni 2013 di ruang multimedia dan dihadiri oleh anggota HAAJ dari berbagai usia (terlihat pada suasana pertemuan rutin di atas). Pertemuan rutin disajikan dengan format kuliah umum dan dibawakan secara populer, materi yang dibahas bertemakan “Astrofotografi” dengan narasumber saudara M. Rayhan yang merupakan ketua HAAJ pada periode tahun ini, dan sebagai Moderatornya adalah Azis Taz Sunjaya yang merupakan salah satu anggota HAAJ.

Pemateri dan Moderator pertemuan rutin ke-12, sebelah kanan Rayhan dan kiri Azis

Pada kesempatan ini, Saudara Rayhan menjabarkan tentang apa itu Astrofotografi, adapun astrofotogarafi menurut paparan Rayhan, bahwa astrofotografi adalah sebuah seni melukis cahaya yang mengkhususkan objek sasarannya pada fenomena astronomi dan benda-benda langit, seperti bintang, bulan, planet, matahari, galaksi dan sebagainya. Adapun perkembangan awal astrofogafi tidak jauh berbeda dengan fotografi yang diawali dari penemuan kamera obscura dan kamera lubang jarum pada abad pertengahan. Sampai pada saat ini perkembangan astrofotografi menjadi sangat luar biasa baik dikalangan astronom profesional dan amatir, seiring dengan berkembangnya kamera untuk astrofotagrafi baik kamera DSLR dan CCD.

Pemateri sedang menjelaskan tiga elemen dasar dalam astrofotografi
 
Dalam Presentasinya juga, Rayhan menjelaskan bagian dasar terpenting dalam astrofotografi, yakni bagaimana cara memperlakukan cahaya dalam menghasilkan pencitraan yang baik dan dirangkum dalam segitiga eksposur. Lalu dipresentasinya ia juga menjabarkan apa yang harus disiapkan dalam astrofotografi yaitu mulai dari kamera, teleskop dan aksesoris pendukung lainnya. Kemudian setelah itu ia juga menjelaskan tentang teknik dan cara memotret astrofotografi, mulai dari metode yang paling sederhana dan mudah yaitu fixed kamera, kemudian menuju ke metode piggy back atau dikenal juga driven camera. Yang padamana cara ini digunakan untuk mengambil citra objek langit yang redup dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengambilannya. Selanjutnya ia juga menjelaskan metode astrofotografi yang menggunakan kombinasi antara teleskop dengan kamera mulai dari tenik afocal, eyepiece projection, negative projection, compression, dan prime focus. Dan pada akhir paparanya sampailah ke  metode yang lebih advance yaitu metode stacking atau menumpuk gambar. Metode ini digunakan untuk pencitraan yang sangat redup dan disajikan dalam penuh warna.

Sesi pengamatan malam

Setelah kurang lebih 75 menit paparan dari sang pemateri, dan sudah memasuki waktu maghrib sesi pertama selesai pada pukul 18.00 WIB. Kemudian peserta pertemuan rutin istirahat dan disela waktu istirahat, karena keadaan langit yang cerah sesi pengamatan malam dilaksanakan. HAAJ menyediakan sebuah teleskop di area dak dekat kelas, pada malam itu kebetulan ada planet yang terlihat seperti Merkurius dan Saturnus. Peserta pun antusias  mengamatinya terlihat dari (gambar Sesi pengamatan malam), selanjutnya sesi kedua pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB yaitu memasuki sesi tanya jawab.

Sesi tanya jawab

Pertemuan dilanjutkan dan dibuka pertanyan, penanya pertama adalah salah satu senior HAAJ sekaligus seorang astronom profesional yaitu mas gebi. Beliau menanyakan pada pemateri mengenai opini bagaimana peluang astrofotografi amatir terhadap kerjasama dengan astronom profesional. Jawaban dari pemateri adalah peluang ini sangat besar, dimana astronom amatir dapat melakukan penelitian dengan astronom profesional, bahkan observatorium Bosscha di Lembang sering menawarkan hal seperti ini kepada HAAJ, bahkan bila perlu bagi adik-adik siswa SMA. 

Sesi tanya jawab

Salah satu pertanyaan menarik lainnya adalah pertanyaan dari seorang siswa SMA dia bertanya “bagaimana kita bisa mencoba hobi astrofotografi dimana peralatan yang digunakan harganya luar biasa mahal?”. Kemudian pemateri memberikan jawaban yang mudah yaitu cukup gabung dengan HAAJ dan cari teman di sini yang mempunyai peralatan-peralatan itu. Dalam pertemuan ini juga diulas singkat mengenai acara Star party berikutnya di Pulau Pari, dengan tema astrofotografi pada tanggal 8 Juni 2013 yang dipaparkan oleh saudara Indra Firdaus. Akhirnya acara ditutup pada pukul 20.30 WIB.

Demikian Report Pertemuan Rutin ke-12, semoga bagi teman-teman yang berhalangan hadir dapat mengetahui kegiatan rutin HAAJ ini, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sampai Bertemu Kembali di Pertemuan Rutin HAAJ ke-13, Sabtu 15 Juni 2013

Wassalam

W Rayet

Open Recruitment #AstroFest 2013



Ilmu Astronomi sudah sejak lama dikenal di Indonesia dan masih berkembang hingga sekarang. Namun di tengah perkembangannya, ilmu ini masih di anggap sebagai ilmu yang cukup eksklusif dimana ada beberapa anggapan awam bahwa Ilmu Astronomi sulit dipelajari dan hanya dapat dipelajari di jenjang pendidikan tinggi. Anggapan ini merupakan salah satu contoh dibalik rendahnya kesadaran dan pandangan masyarakat Indonesia terhadap Ilmu Astronomi. Oleh karena itu, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta bermaksud untuk mengadakan kegiatan guna mensosialisasikan Ilmu Astronomi di tengah masyarakat, khususnya di Jakarta untuk menyatukan persepsi bahwa Ilmu Astronomi dapat dipelajari dengan kaca mata masing-masing lapisan masyarakat. Dengan begitu muncul harapan akan kemajuan dalam perkembangan Ilmu Astronomi di Indonesia ke depannya.

Tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai berikut:
1.    Mensosialisasikan Ilmu Astronomi
2.    Memperkenalkan ragam ilmu yang dapat dikaitkan oleh astronomi
3.    Menumbuhkan minat dan rasa suka terhadap Ilmu Astronomi dengan kaca mata individu dari masyarakat umum
4.    Menciptakan persepsi Ilmu Astronomi sebagai ilmu inklusif

Guna mensosialisasikan astronomi berdasarkan kaca mata dan pandangan masyarakat umum, diperlukan acara yang bersifat global. Oleh Karena itu kami memberi nama “AstroFest (Astronomi Festival) 2013”. - “Astronomi dalam Perspektif Masyarakat Indonesia”

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus sampai 21 September 2013 yang bertempat di Monas, dimana banyak sekali kegiatan yang akan dilaksanakan seperti Lomba Essay untuk tingkat SMP dan SMA, Lomba Fotografi, Lomba mewarnai untuk tingkat SD, dan ada Talkshow yang dihadiri oleh para Pemateri Professional.

Untuk menunjang acara ini supaya kegiatan berjalan dengan lancar, maka dari itu HAAJ mengadakan Open Recruitment untuk bergabung dengan kami sebagai Panitia di acara AstroFest 2013.

--------

Kepanitiaan yang akan diisi dalam Open Recruitment ini :

- Bagian Acara
1. Sponsoship
2. Lomba
3. Talkshow dan Performance
4. Bazaar
5. Pengamatan

- Bagian Humapubdok
1. Publikasi & Relasi Media
2. Roadshow
3. Dokumentasi 
4. Lobbyist

- Bagian Perlengkapan
- Bagian Keamanan
- Bagian Konsumsi

--------

Persyaratan untuk bergabung menjadi Kepanitiaan AstroFest 2013.

1. Mempunyai pengalaman dalam bidang Organisasi dan Kepanitiaan
2. Mempunyai minat dalam mengembangkan Ilmu Astronomi
3. Mempunyai Jiwa Kepemimpinan dan loyalitas terhadapat Event yang dijalani

--------
Bagi yang berminat silahkan kirimkan CV kalian + Foto bebas ukuran 4x6 ke email astronomyfestival@gmail.com dengan Subjek Email : "Volunteer_Nama Kalian"
Isi Email :
Nama Kalian :
Bagian Kepanitiaan yang diminati :
Email :
Facebook :
Twitter :

--------

Kami tunggu kontribusi teman-teman semua supaya acara ini bisa berjalan dengan lancar, Open Recruitment ini dibuka sampai Tanggal 21 Juni 2013.

Bila ada yang ingin ditanyakan bisa menghubungi nomor dibawah ini atau kirimkan pertanyannya ke email astronomyfestival@gmail.com dengan Subjek "Pertanyaan AstroFest2013"

Astronomy Festival 2013

Organized by :
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
d/a Planetarium dan Observatorium Jakarta
Jalan Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

Twitter : @haaj84
Facebook : Himpunan Astronomi Amatir Jakarta


Contact Person
Humas : Indra Firdaus +6281905542205
Pin BB : 2A6C8024

Sekilas Cerita Pertemuan Rutin Ke-11 HAAJ - Edisi 2013

Laporan Pertemuan Rutin ke-11
Himpunan Astronomi Amatir Jakarta
 
Mitologi Rasi Bintang

Himpunan Astronomi Amatir Jakarta kembali mengadakan kegiatan pertemuan rutin dwi mingguan pada sabtu, 18 mei 2013. Bertempat di ruang multi media Planetarium dan Observatorium Jakarta, pertemuan kali ini membahas tentang materi yang sangat menarik dalam dunia keamatiran astronomi, yaitu Mitologi Rasi Bintang.
Pemateri sedang menjelaskan materi Mitologi Rasi Bintang
Tema materi pertemuan rutin kali ini sedianya adalah Instrumentasi Astronomi. Namun karena ada hambatan pada pengundangan Nara Sumber, tema tersebut diganti dengan tema Mitologi Rasi Bintang. Sementara itu untuk tema Instrumentasi Astronomi akan diselenggarakan pada pertemuan rutin ke-17 pada 24 agustus 2013.
Suasana Pada saat Pertemuan Rutin
Pertemuan rutin kali ini menghadirkan pembicara debutan dari pengurus HAAJ baru, saudari Zidney Haniefa, yang merupakan seorang mahasiswi jurusan Tekhnik Elektronika Universitas Negeri Jakarta. Beliau juga bekerja di Pusat Peragaan IPTEK, TMII, Jakarta.

Dalam penyampaiannya, materi diawali dengan pengertian dari definisi rasi bintang. Betapa rasi bintang bukanlah hasil dari sebuah penelitian sains, tapi lebih kepada hasil produk budaya manusia dalam menerjemahkan pengetahuannya. Dijelaskan juga seputar tujuan awal dibuatnya rasi-rasi bintang dalam berbagai kebudayaan dunia. Bahwa pada awalnya, rasi bintang dibuat untuk keperluan penyaduran cerita-cerita mitologi sebuah kebudayaan, seperti Babilonia, Mesopotamia, Yunani, Romawi dan lain sebagainya. Ada juga diantaranya yang menggunakannya sebagai alat persembahan dalam upacara keagamaan.
AstroKids! Corner
Kemudian, karena pergerakan bintang-bintang yang tetap, terjadi perluasan kegunaan dari rasi bintang sebagai alat untuk menentukan waktu dan penanggalan. Hasil perhitungannya juga digunakan sebagai panduan dalam membuat bangunan-bangunan kuno masa lalu. Pada kebudayaan yang lebih modern, pergerakan rasi-rasi bintang setiap tahunnya digunakan sebagai alat untuk membantu dalam bercocok tanam. Bahkan secara harian, rasi bintang digunakan oleh manusia zaman dahulu (bahkan hingga sekarang) sebagai alat bantu navigasi arah.

Pemateri juga menjelaskan lebih lanjut mengenai pergeseran penggunaan rasi bintang pada masa modern. Di mana penggunaan rasi bintang lebih terfokus penggunaannya dalam sistem pemetaan tata koordinat langit untuk memudahkan penelitian astronomi.

Karena itulah pemateri juga menjelaskan sejarah penetapan jumlah rasi bintang yang dalam perjalanannya bertambah tahap demi tahap hingga akhirnya secara internasional saat ini diakui terdapat sebanyak 88 rasi bintang yang menutupi segala arah penjuru langit.

Di akhir presentasi pemateri menggambarkan sedikit mengenai cerita-cerita menarik seputar mitologi rasi bintang dari berbagai kebudayaan. Umumnya berasal dari kebudayaan Yunani dan Romawi, tapi tidak luput juga cerita rasi bintang yang berasal dari kebudayaan nusantara.

Presentasi berjalan selama kurang lebih satu setengah jam dan kegiatan langsung berlanjut pada sesi tanya jawab. Pada sesi ini terdapat banyak peserta yang mengajukan pertanyaannya seputar rasi bintang. Ada diantaranya yang menanyakan perihal cerita dewa-dewa dalam kisah mitologi seuah kebudayaan. Ada juga yang menanyakan perihal teknis pemetaan rasi bintang dalam kaitannya dengan pemisahan rasi bintang zodiak dan non zodiak. Ada juga pertanyaak menarik mengenai apakah jumlah rasi bintang dan rasi bintang zodiak sama jika kita melihatnya dari planet lain.
Sesi Tanya Jawab oleh Mas Emanuel Sungging
Sesi tanya jawab pertama selesai saat azan kaghrib berkumandang. Kegiatan pun dilanjutkan dengan sesi istirahat dengan waktu yang diberikan selama satu jam.

Sebelum acara berlanjut kembali, pengurus HAAJ sempat memberikan informasi terhangat seputar astronomi. Kali ini informasi astronomi berasal dari hebohnya rekaman video yang berhasil merekam meledaknya sebuah batuan meteor yang jatuh di permukaan bulan. Video ini dapat diakses melalui situs resmi NASA.

Acara pertemuan kembali berlanjut pada pukul 19.00 WIB dan langsung dilanjutkan pada sesi review materi oleh nara sumber dan dilanjutkan kembali pada sesi tanya jawab. Setelah presentasi dan tanya jawab selesai, acara dilanjutkan kembali pada pemberioan info-info terkini seputar kegiatan HAAJ kedepan, berkaitan dengan pertemuan rutin dan rencana star party ke-2 HAAJ. Kemudian karena cuaca yang tidak memungkinkan, sesi peneropongan malam yang biasanya terlaksana sayangnya harus ditiadakan. Keseluruhan rangkaian acara berlangsung hingga pukul 20.15.

Secara umum kegiatan berjalan dengan lancar dan dihadiri sekitar 42 peserta. Pertemuan Rutin berikutnya akan kembali diselenggarakan pada tanggal 1 juni 2013 dengan materi Astrofotografi, sebagai persiapan kegiatan Star Party 2 di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, dengan tema yang sama, Astrofotografi.

Popular Posts